FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA DI SMP NEGERI 2 TOMPASO

Helty M. Rorimpandey*,  A. Joy M Rattu**, Marjes N. Tumuraang*.

 *Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi Manado

**Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

 

 ABSTRAK

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dilatarbelakangi oleh penetapan Visi Indonesia Sehat 2010 dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) sebagai bahagian yang tidak terpisahkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang Kesehatan (RPJP-K) tahun 2005-2025, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 131/Menkes/SK/II/2004. Salah satu tatanan PHBS adalah tatanan lingkungan sekolah yang juga sejalan dengan promosi kesehatan dunia di institusi pendidikan (health promoting school) yang dicanangkan WHO. Faktor-faktor yang terkait dengan PHBS tatanan lingkungan sekolah antara lain guru, orang tua siswa, fasilitas atau sarana penunjang kesehatan dan siswa itu sendiri. Secara nasional, penduduk yang telah memenuhi kriteria PHBS baik tahun 2005 sebesar 27% , tahun 2007 sebesar 36,3%, tahun 2013 sebesar 38,7%  dan tahun 2015 sebesar 40%. Sulawesi Utara PHBS kategori baik 46,9 dan Kabupaten Minahasa 45,6%. Angka tersebut masih jauh dari target nasional tahun 2019 yaitu sebesar 80%.

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat siswa di SMP Negeri 2 Tompaso. Jenis penelitian ini yaitu observational analitic dengan pendekatan cross sectional study atau potong lintang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 81 responden yang diambil secara proporsional pada siswa kelas VII, VIII dan IX dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling dengan menggunakan kuisioner yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, analisis bivariat dan analisis multivariat dengan uji statistik regresi logistik.

Hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kategori PHBS baik sebesar 51,9% dan siswa dengan kategori PHBS kurang baik sebesar 48,1%. Analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara peran orang tua, pengetahuan, sikap dan sarana prasarana dengan  PHBS siswa di SMP Negeri 2 Tompaso dan tidak ada hubungan antara peran guru dengan PHBS siswa di SMP Negeri 2 Tompaso. Berdasarkan analisis multivariat, variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap PHBS siswa SMP Negeri 2 Tompaso adalah peran orang tua dengan nilai odds ratio sebesar 3,643.

 

Kata Kunci : PHBS, Peran Guru, Peran Orang Tua, Pengetahuan, Sikap, Sarana Prasarana

 

ABSTRACT

Indonesia Vision of Healthy 2010 in the National Health System (NHS) was an integral part of Long Term Development Plan for Health (RPJP-K) 2005-2025 which is initiate Clean and Healthy Behavior (PHBS) program  through the decree of Minister of Health of Republic Indonesia No.131/Menkes/SK/II/2004. One of PHBS’ order is the order of the school environment that is also in line with the global health promotion in educational institutions (health promoting school) launched by WHO. The factors that associated with PHBS’ order of school environment are teachers, parents, health facilities or supporting infrastructure and the students themselves. Good category of PHBS in Indonesia increased  from 27% in 2005 to 36,3% in 2007 to 38,7% in 2013 and to 40% in 2015. In North Sulawesi Province, good category of PHBS 46,9% while in Minahasa Regency 45,6%. Those figures are still far away from the national target in 2019 for around 80% of good category PHBS.

The purpose of this study is to analyze the factors associated with the behavior of a clean and healthy behavior (PHBS) of students at SMP Negeri 2 Tompaso. Type of this research is observational Analytic with cross sectional approach. The number of samples in this study is 81 respondents drawn proportionally to the students of class VII, VIII and IX by simple random sampling technique, used a questionnaire that has been tested by a validity and reliability test. The analysis is univariate, bivariate and multivariate analysis with logistic regression test.

The results showed that students with good category of PHBS is  51.9% and students with poor category of PHBS is at 48.1%. Bivariate analysis showed the connection between the role of parents, knowledge, attitudes and infrastructure with PHBS of students at  SMP Negeri 2 Tompaso but no connection to the role of teacher with students’ PHBS. Based on multivariate analysis, the most dominant variable effect on PHBS of SMP Negeri 2 Tompaso’s students is the role of parents with odds ratio value 3.643.

 

 Key words: Clean and Health Behavior (PHBS),  role of teachers, role of \parents, knowledge, attitudes, infrastructure.

Download Full Artikel Disini