PELAKSANAAN PROMOSI KESEHATAN DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KOTA MANADO

Susanti V. Katoronang*

 

*Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi

 

Abstrak

Human Imunodeficiency Virus/Asquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) merupakan salah satu penyakit yang berbahaya oleh karena belum ditemukannya obat sebagai alternatif untuk penyembuhannya. Di seluruh dunia termasuk  Indonesia di setiap Provinsi serta Kabupaten/Kota sudah dilakukan berbagai upaya untuk menanggulangi terjadinya ataupun penyebaran HIV/AIDS. Untuk Provinsi Sulawesi Utara, tingkat penyebaran tertinggi ada di Kota Manado, jumlah orang dengan  HIV/AIDS (ODHA)  di Kota Manado sampai  pada tahun 2013 yaitu 575 orang yang terdiri dari  HIV 185 orang dan AIDS 389 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado adalah melakukan promosi kesehatan, dan ini sudah dilakukan oleh berbagai institusi pemerintahan di Kota Manado namun dalam kenyataannya setiap tahun telah terjadi peningkatkan penyebaran HIV/AIDS di wilayah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pelaksanaan promosi kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan yang dipilih pada penelitian ini yaitu Sekertaris I Komisi Penanggulangan AIDS Kota Manado (KPAK Manado), Kepala Dinas serta Kepala Bidang Promosi Kesehatan (Kabid. Promkes) Dinas Kesehatan Kota Manado, Pengelola Program HIV/AIDS KPA Kota Manado, Petugas Promkes di lima (5) Puskesmas Mitra KPA Kota Manado. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Data sekunder dikumpulkan melalui observasi langsung pada dokumen kegiatan. Analisa data menggunakan content analisis  yang  membandingkan hasil dengan teori.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan promosi kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS  di Kota Manado sudah berjalan, meskipun masih terdapat banyak kekurangan diantaranya di bidang advokasi diakibatkan oleh karena kurangnya dukungan kebijakan dan anggaran, di bidang kemitraan KPAK Manado belum maksimal dalam melaksanakan fungsinya sebagai lembaga koordinatif penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado, di bidang pemberdayaan masih terbatas kepada kegiatan – kegiatan penyuluhan, pelatihan, dukungan spiritual yang belum mampu mengangkat harkat dan derajat ODHA di hadapan masyarakat, dan di bidang peran serta masyarakat pengetahuan masyarakat dalam penanggulangan HIV/AIDS masih kurang dan pemerintah belum maksimal dalam melibatkan masyarakat untuk terlibat dalam setiap program penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado.

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan  bahwa pelaksanaan promosi kesehatan  dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado belum berjalan dengan maksimal karena bidang Promkes baik di KPAK Manado, Dinas Kesehatan Kota Manado maupun di 5  Puskesmas Mitra KPAK Manado belum melaksanakan fungsinya dengan baik, dukungan anggaran dari APBD masih rendah, koordinasi belum terlaksana dengan baik, maka disarankan pihak terkait perlu meningkatkan pengetahuan pemegang program promosi kesehatan, lebih meningkatkan koordinasi serta meningkatkan dukungan APBD dalam pelaksanaan promosi kesehatan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Manado.

Kata Kunci : Promosi Kesehatan, HIV/AIDS

 

Abstract

Human Imunodeficiency Virus/Asquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) is a dangerous disease because not yet found an alternative medicine to cure. Throughout the world, including Indonesia in very province and district/city has made various efforts to cope with the occurrence or spread of HIV/AIDS. In Nort Sulawesi Province, the highest prevalence rate is Manado city, the number of  HIV/AIDS in Manado until the year 2013 was 575 which   185 people in HIV and  389  people in AIDS. One of the efforts to combat HIV/AIDS in Manado is doing health promotion, and this has been carried out by various government agencies in Manado city, but in fact each year has been increasing spread of HIV/AIDS in this region. The purpose of this research is to analize the implementation of health promotion in prevention of HIV/AIDS in Manado.

This research used qualitative method. The informants were selected in this research are the first Secretary KPAK Manado, Head of Department and Head of Health Promotion Manado City Health Depatment, Program Manager HIV/AIDS KPAK Manado, health promotion officer in 5 health centers KPA Partners Manado. The primary data collected through interviews and the secondary data collected through direct observation in the document. Data were analyzed using content analysis which is comparing the results with the theory.

The results showed that the implementation of health promotion in the prevention of HIV/AIDS in Manado is already running, although there are still many shortcomings including in the field of advocacy caused by a lack of policy support and budget, in partnership field, KPAK Manado  has not maximized in carrying out its function as a coordinating agency response HIV/AIDS in Manado, in the empowerment field, the activities of education is limited, training and spiritual support that has not been able to raise the dignity and the degree of ODHA in public and in the field of public participation, public knowledge about HIV/AIDS is still lacking and the government is not maximized to involve the public in any program to prevent HIV/AIDS in the city of Manado.

From the result it can be concluded that the implementation of health promotion in the prevention of HIV/AIDS in Manado city has not run maximally because promotion program field at KPA, Manado City Health Department and Community Health Center Partner in five KPA has not carry out its function properly, budget support from the APBD is still low, coordination has not done well. It is suggested that relevant parties need to increase the knowledge of person incharge of health promotion program, improve the coordination and increase the budget support in the health promotion implementation for prevention of HIV/AIDS in Manado city.

Keywords : Health Promotion, HIV/AIDS 

 

Download full artikel disini